3 Teknik Memegang Busur Dalam Memanah

In Uncategorized by Vee0 Comments

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, olahraga panahan memang merupakan jenis olahraga yang digemari oleh semua kalangan. Mulai dari anak kecil yang berusia 12 tahun, hingga orang dewasa yang sudah berusia 60 tahun.

Semakin banyaknya penggemar olahraga panahan, menjadikan olahraga yang satu ini populer di setiap kota-kota besar yang ada di Indonesia.

Misalnya saja Bekasi, Jakarta, Medan, Palembang, Padang, Batam, Bandung, Semarang dan beberapa kota besar lainnya.

Kalau dilihat dari historinya, memanah dahulunya bukanlah salah satu bagian dari olahraga. Akan tetapi merupakan keterampilan yang digunakan orang zaman dahulu untuk berburu.

Namun seiring berkembangnya zaman, lama kelamaan panah dijadikan sebagai alat untuk mempertahankan diri dan menyerang musuh dari kejauhan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, fungsi dari panah pun bergeser sedikit demi sedikit sejak terjadi revolusi Industri di Paris, Perancis.

Yang mana pada saat itu, memanah sudah diperkenalkan sebagai alat untuk menyerang lawan dengan cepat.

Tetapi, karena zaman terus berkembang, akhirnya popularitas dari panahan juga ikut memudar, dan popularitas tersebut diambil alih oleh senjata api, atau biasa dikenal juga dengan pistol.

Alhasil, panahan pun semakin tenggelam hingga beberapa puluh tahun, sampai akhirnya pada Abad ke 90, memanah dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga di dunia.

Terlepas dari nilai sejarah itu, kita sadar bahwa memanah merupakan suatu cabang olahraga tertua dan masih eksis sampai sekarang.

Islam sebagai agama terbesar di dunia, telah mengajarkan kepada umatnya untuk menjadikan panahan sebagai olaharaga yang wajib dipelajari setelah berenang dan berkuda.

Dan perintah ini, pernah disampaikan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Nah dalam Islam, perihal tentang memanah juga masih luas pembahasannya, dan kali ini kita akan membahas sedikit tentang teknik memanag, dan bagaimana cara memegang busur yang tepat.

 

3 Mazhab Memanah Dalam Islam

Kalau membahas olahraga memanah memang tak ada habisnya, pasti selalu ada saja yang bisa dipelajari, baik itu tekniknya, maupun sejarahnya.

Nah, tahukah Anda bahwa olahraga memanah terbagi menjadi 3 mazhab besar dalam teknik, atau cara memegang busurnya? Ya, ketiga mazhab tersebut diantaranya adalah Mazhab Abu-Hashim, Mazhab Tahir dan Mazhab Ishaq.

#1 – Mazhab Abu Hashim

teknik memegang busur dalam memanah

Mazhab Abu Hashim adalah model mazhab yang memegang gagang dengan kemiringan yang akut, atau dalam istilah memanah biasa disebut juga dengan Acute Obliqueness.

Tekniknya ialah menempatkan kedua sendi pada jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis membentuk lekukan, kemudian jempol kiri menyentuh dasar gagang pada busur.

Pada salah satu ujung gagangnya, biarkan sedikit melebar supaya memberikan ruang ketika anak panah hendak ditembakkan.

Kemudian genggam jari kelingking dengan kuat, yang selanjutnya diikuti oleh jari manis dengan tekanan yang sedikit kuat, dan lakukan seperti itu seterusnya hingga jari telunjuk.

Tetapi khusus untuk ibu jari, biarkan posisinya tetap dilepas, dan berada pada gagang, atau bagian belakangnya.

Mazhab Abu Hashim banyak digunakan atau diterapkan oleh orang-orang Persia, Iran. Terutama oleh raja persia ketika zaman dahulu, yakni Shāpūr dhu’l-Aktāf dan Bahrām Gur.

#2 – Mazhab Tahir

bagaimana cara memegang busur yang tepat

Mazhab Tahir memiliki ciri-ciri memegang busur dengan seluruh telapak tangan.

Adapun kekuatan atau daya tarik busur, diperoleh dari otot-otot pada setiap jari tangan.

Posisinya, letakkan jari kelingking dan manis secara bersamaan, dan telunjuk bersamaan dengan jari tengah, kemudian posisi anak panah, letakkan pada kedua kombinasi jari tersebut agar lebih sempurna dalam penggunaan tekniknya.

Sedangkan untuk tangan kiri cukup memegang busur dengan lembut namun tetap mempertahankan postur atau kesimbangan badan.

Saat hendak menembakkan anak panah, pastikan jari-jemari memerah. Dalam artian disaat memegang anak panah posisi jari-jari harus benar-benar kuat, kencang dan terarah.

Mazhab Tahir banyak dipraktekkan oleh orang-orang Asia.

Kenapa? Karena model memegang busur yang satu ini termasuk cukup mudah untuk diterapkan. Selain itu, teknik yang satu ini hanya memerlukan sedikit kekuatan ketika hendak melepaskan anak panah dari busurnya.

#3 – Mazhab Ishaq

cara memanah

Nah, Mazhab Ishaq adalah perpaduan antara kedua model mazhab diatas. Yakni meletakkan gagang pada sendi dari ruas jari-jemari tangan kiri.

Sementara bagian ujung gagang diletakkan pada ruas jempol dan bagian bawahnya terletak pada telapak tangan dengan jarak kira-kira selebar satu jari.

Kemudian untuk jari kelingking, tengah dan manis pada tangan kiri dikencangkan dengan sangat erat.

Sebaliknya, sedangkan untuk jari telunjuk, biarkan agar tetap longgar.

Hal ini bertujuan agar dapat memberikan ruang pada anak panah supaya bergerak dengan cepat, dan tetap akurat.

Perlu diperhatikan bahwa cara memegang busur Mazhab Ishaq lebih menekankan pada keakuratan tembakan anak panah, dan teknik memanah yang satu ini, banyak diterapkan di sebagian negara Eropa dan Amerika.

Leave a Comment