Teknik memanah

10 Teknik Gerakan Dasar yang Harus Anda Ketahui Sebelum Mempelajari Olahraga Panahan Lebih Jauh

In Uncategorized by Vee0 Comments

Dalam dunia memanah, bukan hanya perlengkapan yang bagus saja yang dibutuhkan untuk bisa menguasai olahraganya, tetapi juga membutuhkan teknik-teknik yang bisa diblang tidak sederhana.

Pertama-tama yang harus dikuasai sebelum masuk ke tekniknya adalah, cara men-setting busur panahnya.

Hal paling awal yang harus bisa dilakukan untuk Anda para pemanah pemula adalah, harus mengetahui bagaimana cara memasang tali busur yang benar pada panahan, dan pastinya tak akan bisa diketahui kalau tidak mencobanya.

Untuk Anda yang memang ingin mendalami cabang olaharag yang satu ini, mengetahui bagaimana cara memasang  tali yang benar adalah suatu keahlian dasar yang harus dimiliki, yakni supaya busur tidak patah, dan nocking point pada string-nya juga berada pada posisi yang benar.

*Bacalah keseluruhan artikel secara lengkap dan seksama, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Diantaranya ada 2 cara memasang tali pada busur yang benar:

 

Metode Memasang Tali Pada Busur

Teknik Dorong dan Tarik (Push Pull)

Teknik yang satu ini digunakan pada kedua jenis busur, yakni busur yang lurus dan busur yang melengkung.

String (tali busur) dari panah, harus dipasang dengan posisi yang tepat di dalam notch pada busurnya, lebih tepatnya dari sisi bagian busur sebelah bawah.

Mula-mulanya, string dimasukkan terlebih dahulu ke dalam panahan, baru kemudian dipasangkan pada notch (bagian tempat meletakkan tali busur) yang tersedia pada bagian ujung busur.

Pasang salah satu bagian string terlebih dahulu (yang bagian bawah), setelah itu baru bisa memasangkan string lainnya pada notch yang masih tersedia.

Caranya, tangan yang satu menarik bagian tengah pada busur ke arah luar, sedangkan tangan yang lainnya mendorong bagian atas untuk memaksa sisi busur kearah bawah.

Ketika lengkungan yang diperkirakan sudah cukup, langsung cobalah untuk memasang tali menggunakan jari, dengan cara menyumbat ujung tali dalam bagian dalam, dan memasukkannya ke dalam notch bagian atas busur.

Tali yang sudah dipasangkan harus diperiksa kembali sebelum digunakan, yakni apakah string-nya sudah lurus dan sesuai dengan busur yang akan digunakan.

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan ketika mencoba teknik yang satu ini adalah, pemanah harus berhati-hati ketika memasang string dengan teknik yang satu ini.

Kenapa? Karena ketika Anda mendorong bagian panahannya tidak dengan hati-hati, maka tangan Anda ada kemungkinana bisa tergelincir, dan akibatnya busur yang akan dipasangkan malah menegani, atau bahkan dapat memukul wajah.

Tetapi usahakan untuk tidak menekan busur terlalu kuat, secukupnya saja.

Hanya sekedar untuk memasang tali busur, supaya panah tidak melengkung dengan ketajaman yang berlebihan, serta supaya panah tidak patah pada bagian limbs-nya.

 

Metode Tindak Langkah (Step Through)

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah, menempatkan limbs bagian bawah pada salah satu kaki yang depan, kemudian letakkan tali busur diantara kedua kaki, dengan kaki yang lain.

Kemudian, tariklah limbs bagian atas kearah bawah, dan masukkan tali busur ke dalam notch bagain limbs yang atas.

Kelemahan dari teknik memasang tali busur yang satu ini adalah, karena orang yang memasang tali cenderung sering menarik limbs yang bagian atas kearah bawah,  nah hasilnya limbs menjadi kurang seimbang.

Lebih tepatnya limbs bagian atas posisinya menjadi segaris lurus dengan tali busur. Bisa dibilang, busur memiliki kemungkinan melengkung tanpa Anda sadari.

Nah, setelah Anda mengetahui bagaimana cara memasang tali busur yang benar, langkah selanjutnya yang harus dikuasai adalah teknik pergerakannya.

Tenang, teknik-teknik berikut ini tidak terlalu sulit kok untuk Anda praktekkan, hanya dengan mengikuti instruksi yang telah diberikan, dan terus berlatih, Insyaallah seiring berjalannya waktu, skill memanah Anda akan meningkat tanpa disadari.

 

Teknik Gerakan Dasar Dalam Olahraga Memanah

Dalam olahraga memanah, sebenarnya banyak sekali teknik-teknik yang bisa diterapkan.

Tetapi untuk permulaan, ada baiknya Anda mempelajari bagaimana teknik dasarnya terlebih dahulu.

Diantaranya, terdapat 9 teknik yang bisa Anda terapkan, yaitu:

 

#1 – Sikap Berdiri (Stand)

Sikap berdiri atau stand, menurut pengertian kami adalah, Sikap berdiri dengan posisi kaki tegap dan kuat menumpu pada tanah.

Diantaranya sikap berdiri yang baik ditunjukan oleh ciri-ciri:

(1) Titik berat seluruh badan ditumpu oleh kedua kaki secara seimbang

(2) Tubuh tegap, dan tidak condong ke arah depan, belakang, samping kanan, maupun samping kiri.

Untuk posisi berdirinya sendiri dalam olahraga memanah, terdapat 4 ragam sikap kaki yang diterapkan, yaitu:

  • Open stand
  • Square stand
  • Close stand
  • Oblique stand

Buat Anda yang baru mulai belajar atau pemula, yang mayoritas banyak digunakan adalah sikap square stand, atau lebih tepatnya sikap sejajar.

  • Sejajar (Square Stance)

Posisi berdiri yang satu ini, ciri-crinya kaki si pemanah terbuka, dan lebarnya harus sama dengan lebar bahu, serta posisinya sejajar lurus dengan garis tembak.

Para pemahan yang masih pemula, sangat kami sarankan untuk menggunakan teknik ini sampai kira-kira 1 -2 tahun, nah setelah itu baru bisa mencoba cara berdiri tahap selanjutnya, yakni open stance.

Dengan cara berdiri yang sejajar, akan memudahkan sang pemanah untuk mengukur garis lurus dengan sasarannya.

Tetpai dalam hal ini, yang perlu diperhatikan adalah, ketika sedang menarik dan dalam posisi holding, maka tubuh akan cenderung untuk bergerak, usahakan untuk tetap tegap, supaya teknik dapat dilepaskan dengan sempurna.

  • Terbuka (Open Stance)

Kalau ciri-ciri cara berdiri open stance, karakteristiknya adalah posisi kaki sang pemanah membuat sudut  450 derajat dengan garis tembak.

Perbedaan dengan cara berdiri yang sebelumnya adalah, ketika si pemanah menarik tali busur, posisi badan dengan teknik yang satu ini cendrung lebih stabil.

Nah, untuk posisi kepala, kalau Anda menggunakan teknik ini, maka hasil yang diberikan juga akan memberikan dampak yang lebih rileks, dan juga pandangan lebih mudah untuk fokus ke arah sasarannya.

Dengan catatan, cara berdiri yang seperti ini hanya dianjurkan untuk para pemanah yang sudah memasuki tingkat lanjutan.

Kenapa? Karena ketika tarikan penuh dilakukan, maka akan memberikan banyak space room pada bahu, yang akhirnya membuat teknik kurang bagus untuk diterapkan.

Kecuali kalau Anda memang sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi.

  • Tertutup (Close Stance)

Cara berdiri yang selanjutnya adalah close stance, atau tertutup.

Kurang lebih teknik berdiri ini adalah kebalikannya open stance, yang mana pada penerapannya, kaki sang pemanag tidak membentuk sudut 450 derajat, tetapi saling memperkuat antar bagian.

Posisinya, kaki kiri di bagian depang dengan arah yang agak menyerong ke kanan, sedangkan yang kanan, berada pada bagian belakang dengan posisi yang agak menyerong ke kiri.

Kalau diperhatikan, mungkin teknik berdiri yang satu ini salah satu teknik berdiri yang paling kokoh diantara semuanya, karena saling memperkuat satu sama lain.

  • Miring (Oblique Stand)

Teknik selanjutnya adalah, oblique stand atau yang lebih umum dikenal dengan posisi miring.

Teknik yang satu ini tidak disarankan untuk Anda yang maish baru belajar memanah, atau lebih tepatnya pemula. 😀

Kenapa? Karena posisi ini tidak cukup kuat untuk menopang tubuh pasca pelepasan anak panah ketika sudah ditembakkan.

Tetapi seringkali posisi inilah yang secara tidak sengaja diguanakan oleh para pemula yang baru mencoba.

Untuk posisinya sendiri, letak kaki berada sejajar anatar satu sama lain, tapi tidak pada posisi yang lurus, melainkan miring ke arah jam 3.

Teknik berdiri yang satu ini cukup bagus juga sebenarnya, tetepi kalau dikombinasikan dengan posisi kaki yang memperkuat satu sama lain, yakni zig-zag.

Tetap menghadap samping, tapi perbedaannya berada pada posisi, kaki kiri dengan posisi yang lebih maju, sedangkan yang kanan memperkuatnya dengan posisi kanan agak kebelakang.

 

#2 – Memasang Ekor Panah (nocking)

Memasang bagian belakang anak panah atau nocking, adlah sebuah gerakan yang tujuannya menempatkan ekor anak panah, ke tempat anak panah (nocking point) yang terdapat pada tali busur.

Sedangkan pada situasi yang sama, bagain shaft (batangan pada anak panah) ditempatkan pada sandaran anak panahnya, yakni arrow rest.

Selanjutnya diikuti dengan menempatkan jari-jari pada penarik tali busur, dan bersiap untuk menarik tali.

Memasang ekor anak panah dalam olahraga memenah, bisa menjadi fatal apabila salah dalam menempatkannya, baik itu terlalu ke atas, ataupun terlalu ke bawah.

Kerana itulah Anda perlu untuk memperhatikan kembali, apakah anak panah yang dipasang sudah lurus dan sesuai, serta tersandar dengan tepat pada busur, atau belum.

 

#3 – Mengangkat Lengan Busur (Extend)

Istilah extend digunakan para pemanah professional untuk mengangkat lengan busur pada teknik panahan.

Lebih spesifiknya, gerakan mengangkat lengan panahan (bow arm) setinggi bahu, dan tangan yang digunakan untuk penarik tali, selalu siap untuk menerapkan tekniknya.

Selain itu, hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan teknik yang satu ini adalah, mencoba serileks mungkin untuk menarik talinya.

Serta menggunakan 3 jari utama untuk menarik string-nya, yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis.

Pertama-tama, tali busur diletakkan pada ruas-ruas jari yang pertama.

Kemudian memberikan tekanan yang cukup pada handle busur terhadap telapak tangan yang digunakan untuk menahan busur, lebih tepatnya ditengah-tengah titik V yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk pada lengan yang digunakan untuk memegang busur.

 

#4 – Menarik Tali Busur (drawing)

Menarik tali busur atau drawing, adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menarik tali hingga menyentuh bibir, dagu, dan hidung.

Kemudian dilanjutkan dengan meletakkan tangan pada penarik tali busur di dagu.

Di dalam tekniknya, terdapat 3 fase gerakan menarik , diantaranya pre-draw, primary draw, dan secondary draw.

Pre-draw adalah sebuah gerakan tarikan paling awal dari semuanya.

Pada saat ini teknik ini diterapkan, sendi siku, sendi bahu, dan sendi pergelangan tangan telah dikunci untuk siap menarik anak panahnya.

Primary-draw atau tarikan utama, adalah sebuah gerakan tarikan yang dimulai dari posisi pre-draw sampai tali busur menyentuh bagian bibir, dagu, dan hidung, dan semua tekniknya berakhir pada posisi penjangkaran ketika anak panah siap untuk dilepaskan.

Secondary-draw atau tarikan kedua, adalah sebuah gerakan yang menahan tarikan tali busur pada posisi penjangkaran untuk siap sampai melepas tali (release).

Anggota badan yang digunakan ketika menarik tali busur adalah, jari-jari tangan, punggung telapak tangan (wirst), dan lengan bagain bawah.

Pada prosesnya, ke-3 bagian ini ketika sudah berada pada posisi yang lurus, berarti teknik sudah siap untuk diguankan, yang langsung diikuti gerakan lengan atas, bahu, dan otot bagian belakang.

Mayoritas orang-orang yang baru memulai olahraga memanah, kebanyakan hanya menggunakan jari-jarinya saja, sehingga teknik yang harusnya diterapkan, malah tidak terlaksana seperti seharusnya.

 

#5 – Menjangkarkan Lengan Penarik (Anchoring)

Menjangkarkan lengan penarik pada penarik (anchoring), adalah suatu gerakan yang posisinya menjangkarkan tangan yang digunakan untuk menarik tali pada bagian dagu.

Nah, hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan teknik ini adalah, wajib hukumnya untuk menempatkan posisi penjangkaran tangan yang menarik tali supaya tetap sama, dan kokoh menempel pada bagian bawah dagu.

Disaat yang bersamaan, ketika posisi ini, seharusnya sang pemanah bisa melihat bayangan tali pada busur diantara mata yang digunakan untuk membidik, atau lebih umumnya dikenal dengan string alignment.

Pada teknik ini terdapat 2 jenis penjangkaran, yaitu penjangkaran pada nagian tengah, dan penjangkaran pada bagian samping.

Teknik yang digunakan pada penjangkaran tengah, tangan yang digunakan untuk menarik tali busur yang menyentuh bagian tengah bibir, dagu, dan hidung, harus menempel pada bagian bawah dagu.

Sedangkan pada penjangkaran samping, tangan yang diguankan untuk menarik tali busur yang menyentuh pada bagian samping bibir, dagu, dan hidung, harus menempel pada bagian bawah dagu.

 

#6 – Menahan Sikap Panahan (Tighten)

Menahan sikap memanah atau tighten, adalah suatu keadaan yang menahan sikap atau posisi memanah dalam waktu beberapa saat.

Untuk tekniknya, penerapan yang dilakukan baru bisa diterapkan setelah teknik penjangkaran, dan sesaat sebelum anak panah dilepaskan.

Pada saat yang sama pula, otot-otot lengan yang digunakan sebagai penahan busur, dan lengan yang berperan sebagai penarik tali, harus berkontraksi pada frekuensi yang sama, supaya sikap panahan tidak berubah ketika anak panah hendak dilepaskan.

Bersamaan dengan hal itu, sang pemanah harus menfokuskan konsentrasinya pada pembidikan target yang telah ditentukan.

Jadi pada saat membidik, sikap memanah pemanah harus tetap dipertahankan sebisa mungkin hingga anak panah bisa dilepaskan.

 

#7 – Membidik (Aiming)

Teknik selanujtnya mungkin sudha cukup umum, yaitu membidik atau dalm istilah bahas inggrisnya aiming.

Kalau makan secara bahasanya adalah, sebuah gerakan yang tujuannya untuk mengarahkan perlengkapan pembidik (vision) tepat pada bagian titik sasaran.

Ketika pada posisi ini, maka posisi badan sang pemanah harus tetap dipertahankan untuk tidak bergerak, tujuannya tidak lain supaya target yang hendak ditembakkan tidak meleset.

Hal yang perlu diperhatikan pula, sang pemanah juga tidak hanya terfokus kepada sasarannya saja, tetapi juga diutamakan untuk memperhatikan tekniknya.

Dengan kondisi badan yang rileks dan fokus, maka kami bisa menjamin hasil yang akan didapatkan juga akan lebih baik daripada yang tidak menerapkannya.

Selain itu, faktor lainnya yang perlu diperhatikan adalah kecepatan angin, arah mata angin, serta sudut antara sang pemanah dengan target yang akan ditembakkan.

Tetapi mungkin untuk awal-awal, Anda tidak perlu terlalu memperhatikan faktor-faktor tersebut, cukup fokus dan lakukan semua teknik yang sudah diberikan.

 

#8 – Melepas Tali/Panah (Release)

Nah stelah semua persiapan sudah diterapkan, saatnya melakukan pelepasan pada anak panah, yakni rilis.

Secara bahasa, release  adalah sebuah gerakan melepaskan tali busur, dengan cara membuat rileks jari-jari yang digunakan untu menarik tali.

Diantaranya,  ada 2 cara melepaskan anak panah yang benar, yaitu active release dan dead release.

Pada teknik dead release, setelah tali dilepaskan, maka lengan yang digunakan untuk menarik tali, tetap pada posisinya, yakni menempel pada dagu seperti sesaat sebelum tali dilepaskan.

Sedangkan untuk  teknik yang active release, setelah tali dilepaskan, maka lengan yang digunakan untuk menarik tali, langsung bergerak ke arah belakang menelusuri bagian dagu dan leher.

Nah untuk pelepasan anak panah yang baik, dalam tekniknya diperlukan untuk memberikan kekuatan yang penuh dari tali, terhadap busur yang digunakan.

Kenapa? Karena dalam setiap kali melepaskan anak panah, maka disana aka nada unsur getaran yang ditimbulkan.

Dengan adanya kekuatan yang maksimal tadi, tujuannya adalah untuk mencegah getaran tali busur yang tidak diinginkan, yang dampaknya malah akan menyebabkan anak panah menjadi tidak beraturan.

Selain itu, kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, maka dampaknya juag akan mengakibatkan ekef yang sangat besar terhadap sasarannya.

Jadi udahakanlah untuk tetap steady dalam situasi apapun ketika sedang menerapkan teknik-tekniknya.

 

#10 – Menahan Sikap Panahan (After Hold)

Teknik dasar terakhir yang bisa membuat seseorang menjadi mahir dalam olahraga memanah adalah, after hold.

Secara bahasa, teknik ini adalah sebuah posisi yang dimana sang pemanah menahan sikap panahan, atau after hold.

Yang mana tujuannya adalah untuk mempertahankan sikap tersebut sesaat selama beberapa detik, setelah anak panah meninggalkan busurnya.

Untuk apa? Maksu tujuan dari tindakan ini adalah untuk memudahkan pengontrolan gerakan memanah yang sudah dilakukan.

Kalau dalam teknisnya, tangan yang digunakan untuk menarik busur, tetap berada pada posisi semula, yakni lurus kearah sasaran, dan menahannya sampai 2 detik setelah anak panah menyentuh permukaan sasaran.

Nah, itulah beberapa teknik dasar yang bisa Anda terapkan pada latihan-latihan memanah.

Dengan seringnya latihan dan menggunakan teknik-teknik yang sudah diberikan, seiring dengan berjalannya waktu, kami bisa menjamin Anda akan menguasai olahraga yang satu ini jauh lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Leave a Comment